Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Bersama Bank Indonesia Kediri Gelar Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen di Desa Jatirejo

Desa Jatrirejo, Kecamatan Kasreman, Ngawi – Camat Kasreman, Bapak Shodiq Jumairi Effendhy, S.STP., MM, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan KKN Universitas Airlangga Surabaya di Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi khususnya pada program yang bertujuan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui kegiatan “Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen” yang berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi ini merupakan salah satu program kerja bidang ekonomi yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi digital di tingkat desa.
Kegiatan dibuka oleh Machfud selaku Kasi Kesejahteraan Desa Jatirejo yang mewakili Kepala Desa. Dalam perayaannya, beliau menyampaikan penghargaan atas kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Bank Indonesia dalam menghadirkan edukasi mengenai sistem pembayaran digital kepada masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Zain, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui peningkatan literasi digital di bidang ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Jatirejo semakin memahami manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai sekaligus memiliki kesadaran akan pentingnya keamanan dalam bertransaksi digital. Kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan.”
Sosialisasi materi yang disampaikan oleh Adrian Denar, Analis Yunior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, yang memberikan pemaparan mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital yang praktis, aman, dan efisien. Selain menjelaskan fungsi serta manfaat QRIS dalam mendukung transaksi non-tunai, narasumber juga memberikan edukasi mengenai perlindungan konsumen, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, mengenali berbagai modus penipuan digital, serta memahami hak dan kewajiban konsumen dalam menggunakan layanan pembayaran digital.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan QRIS, keamanan transaksi digital, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan jika mengalami kendala atau menjadi korban dalam transaksi elektronik. Untuk memudahkan pemahaman, narasumber juga menyampaikan sejumlah contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh 9 mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Desa Jatirejo, beberapa perangkat desa sebagai perwakilan Pemerintah Desa Jatirejo, serta 20 masyarakat Desa Jatirejo. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Bank Indonesia, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan literasi keuangan digital di tingkat desa.
Melalui pelaksanaan program ini, masyarakat diharapkan mampu memahami manfaat pembayaran digital menggunakan QRIS, menerapkan transaksi non-tunai secara aman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen serta pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi dalam setiap transaksi digital.
Meskipun sebagian peserta masih belum terbiasa menggunakan layanan pembayaran digital, kendala tersebut dapat diatasi melalui penyampaian materi menggunakan bahasa yang sederhana, disertai contoh kasus nyata dan sesi diskusi interaktif. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempelajari sistem pembayaran digital yang semakin berkembang.
Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia Kediri, Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga, dan Pemerintah Desa Jatirejo, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang semakin melek digital serta mampu memanfaatkan teknologi pembayaran secara aman, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan inklusi keuangan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk didirikan Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Bank Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan edukasi mengenai literasi keuangan digital dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin masyarakat percaya diri dalam memanfaatkan layanan pembayaran digital sebagai bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Penulis:
Tim KKN BBK-8 Desa Jatirejo
kasreman.ngawikab.go.id