Dukung SDGs 2 dan 3, Tim BBK-8 UNAIR Gelar Edukasi MPASI melalui Program SUAP CERIA di Desa Legokulon Kecamatan Kasreman Ngawi

Tim BBK-8 UNAIR melakukan sosialisasi kepada ibu balita tentang MPASI melalui program SUAP CERIA di Kantor Desa Legokulon, Jumat (24/7/2026). (Foto:Tim BBK-8 UNAIR) .
Desa Legokulon, Kecamatan Kasreman, Ngawi – Camat Kasreman, Bapak Shodiq Jumairi Effendhy. S.STP.MM memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan KKN UNAIR Surabaya di Kecamatan Kasreman, salah satunya melalui upaya dalam memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, khususnya terhadap ibu bayi dan balita mengenai pentingnya gizi pada masa awal kehidupan anak melalui program SUAP CERIA. Kegiatan ini sendiri diselenggarakan oleh Tim BBK-8 Universitas Airlangga di Kantor Desa Legokulon, Kecamatan Kasreman melalui kolaborasi dengan program Taman Posyandu dan diikuti oleh ibu balita sebagai sasaran utama edukasi.
Program SUAP CERIA bertujuan meningkatkan pemahaman ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang sehat, bergizi, seimbang, dan sesuai dengan usia anak. Melalui kegiatan ini, Tim BBK-8 UNAIR turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan ) dan Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera ) melalui upaya peningkatan mencukupi gizi balita sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pemberian MPASI yang tepat, kebutuhan gizi balita, serta prinsip penyusunan menu yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dikonsumsi. Edukasi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pemberian MPASI sesuai kondisi anak masing-masing.
Tidak hanya memperoleh materi, para peserta juga mengikuti praktik pembuatan MPASI sederhana menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui peningkatan tersebut, ibu balita diajak memahami bahwa menu MPASI Bergizi dapat disiapkan dengan bahan-bahan yang terjangkau tanpa mengurangi kualitas kandungan gizinya. Kegiatan praktik ini sekaligus memberikan contoh pengolahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Sebagai bentuk dukungan terhadap edukasi, Tim BBK-8 UNAIR membagikan leaflet mengenai pemberian MPASI kepada seluruh peserta. Selain itu, peserta juga mendapatkan QR code yang terhubung dengan booklet resep MPASI dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga dapat diakses kapan saja sebagai panduan dalam menyiapkan menu MPASI di rumah.
Bidan Desa Legokulon, Ibu Endah, mengapresiasi pelaksanaan program SUAP CERIA dan menilai program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemberian MPASI yang sesuai dengan usia anak, tetapi juga mengajarkan cara mengolah MPASI menggunakan bahan pangan yang lebih beragam.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian MPASI yang sesuai dengan usia anak, tetapi juga mengajarkan cara mengolah MPASI menggunakan bahan pangan yang lebih variatif. Harapannya, melalui edukasi pada proker ini para ibu dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi anak yang berdampak pada penurunan angka stunting” tuturnya.
Melalui program SUAP CERIA, diharapkan para ibu semakin memahami pentingnya pemberian MPASI yang sesuai dengan usia dan kebutuhan gizi anak serta mampu menerapkannya secara mandiri di rumah. Dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyiapkan MPASI, diharapkan tumbuh kembang balita di Desa Legokulon dapat berlangsung secara optimal dan mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat di masa mendatang.
#SDG2 #NolKelaparan #SDG3 #KesehatanDanKesejahteraanYangBaik #SDGsUNAIR
Penulis:
Tim KKN BBK-8 Desa Legokulon
kasreman.ngawikab.go.id