Scan, Jual, Untung: QRIS dan Rebranding Jadi Kunci UMKM Desa Cangakan Naik Kelas, Aksi BBK-KKN 8 Dukung SDGs 8

Tim BBK-KKN 8 bersama pelaku UMKM saat sesi pendampingan pembuatan QRIS di Desa Cangakan.

Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Ngawi – Camat Kasreman, Bapak Shodiq Jumairi Effendhy. S.STP.MM memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan KKN UNAIR Surabaya di Kecamatan Kasreman, khususnya pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program kerja pendampingan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cangakan, Mahasiswa KKN BBK-8 secara bertahap selama periode KKN berlangsung melaksanakan program kerja “UMKM Naik Kelas: Digitalisasi & Branding UMKM Desa Cangakan”. Program ini sendiri digagas sebagai bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Program kerja ini bertujuan untuk menjangkau beberapa pelaku UMKM di Desa Cangakan yang hingga saat ini masih menggunakan cara konvensional dalam menjalankan usaha, seperti sistem pembayaran tunai hingga tampilan usaha yang tidak banyak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK-KKN 8 Desa Cangakan memberikan pendampingan secara door to door dalam dua aspek utama, yaitu digitalisasi dan branding. Pada aspek digitalisasi, tim membantu para pelaku UMKM membuat QRIS ( Quick Response Code Indonesian Standard ) agar transaksi dapat dilakukan secara non tunai, mempermudah konsumen, sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk mulai beradaptasi dengan ekosistem pembayaran digital yang kini semakin umum digunakan masyarakat. 

Sementara pada aspek branding, tim melakukan pendampingan desain ulang untuk sejumlah elemen visual usaha, seperti banner, stiker produk, hingga desain menu. Pembaruan tampilan ini diharapkan dapat membuat produk UMKM lebih menarik dan profesional, sehingga bisa bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasaran. 

Salah satu pelaku UMKM di Desa Cangakan, Bu Heni, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan ini. Ia mengungkapkan sudah lama ingin memiliki QRIS untuk usahanya, terlebih tidak sedikit pembeli yang kerap menanyakan hal serupa, namun keinginan tersebut belum terwujud hingga tim BBK-KKN 8 hadir memberikan pendampingan.

Sebenarnya saya sudah pengen bikin QRIS dari lama, soalnya banyak juga yang suka nanya ‘bisa QRIS ngga, Bu?’ Tapi belum sempat-sempat buatnya. Untungnya sekarang sudah dibantu, ” tuturnya.

Program kerja “UMKM Naik Kelas” ini menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa BBK-KKN 8 dalam mendukung pencapaian SDGs 8 yang tekanan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja layak dan penguatan sektor usaha kecil. Dengan pendampingan digitalisasi dan branding ini, diharapkan UMKM Desa Cangakan dapat lebih siap bersaing, memperluas jangkauan pasar, dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. 

Melalui program ini, mahasiswa BBK-KKN 8 berharap semangat digitalisasi yang telah ditanamkan dapat terus berlanjut dan diterapkan secara mandiri oleh para pelaku UMKM Desa Cangakan. 


Penulis:

Kelompok BBK-KKN 8 Desa Cangakan, Kabupaten Ngawi

kasreman.ngawikab.go.id