Wabup Ngawi Dorong Digitalisasi Wisata Tawun, Pasar Djadoel Diserbu 10 Ribu Pengunjung


TAWUN, KASREMAN – Gelaran Pasar Djadoel di Taman Wisata Tawun, Kecamatan Kasreman, Minggu (11/10/2026), berlangsung meriah dengan kehadiran sekitar 10.000 pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngawi dan luar daerah. Tingginya antusiasme masyarakat ini menjadi momentum untuk memperkuat promosi wisata berbasis budaya sekaligus mendorong inovasi pelayanan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., turut mencoba layanan pembelian tiket non-tunai melalui QRIS dan akses masuk menggunakan pemindaian barcode.
Selain Wakil Bupati Ngawi, juga hadir Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, S.Sos., beserta jajaran Disparpora Ngawi, Camat Kasreman Suyanto, S.T. dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kasreman.
Selain kemeriahan wisata budaya, gelaran Pasar Djadoel kali ini juga dilengkapi dengan kehadiran Pojok Kamtibmas oleh Satbinmas Polres Ngawi bersama Polsubsektor Kasreman. Melalui jargon Polisi Bersama Masyarakat: Melindungi, Mengayomi dan Melayani, Kasatbinmas Polres Ngawi, AKP Agus Purwanto, S.E. menggelar dialog interaktif bersama warga masyarakat di area lokasi. Layanan ini menyiagakan mobil operasional Binmas dengan layanan Call Center 110 serta memberikan imbauan Kamtibmas untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pengunjung maupun warga sekitar selama gelaran Pasar Jadoel Ahad Legi berlangsung.
Pasar Djadoel sendiri menghadirkan suasana khas tempo dulu yang dipaduantarakan dengan pertunjukan seni dan budaya lokal. Sejumlah penampil turut memeriahkan acara, di antaranya Sanggar Seni Ketawang Tawun, Sanggar Seni Kukilo Laras, dan Teater Alit. Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus mengenal kekayaan seni dan budaya daerah.


Di sela kegiatan, Wakil Bupati Ngawi mencoba secara langsung inovasi layanan baru di Taman Wisata Tawun, yakni pembelian tiket masuk menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta pemindaian barcode untuk akses masuk ke lokasi wisata.
Penerapan layanan digital ini diharapkan dapat mempermudah transaksi, memperlancar proses masuk pengunjung, serta mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih tertib dan efisien. Inovasi tersebut juga menjadi bagian dari penyesuaian pelayanan pariwisata terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyampaikan bahwa digitalisasi layanan wisata perlu terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung.
“Digitalisasi layanan wisata perlu terus dikembangkan agar masyarakat mendapatkan kemudahan, mulai dari pembelian tiket hingga akses masuk ke destinasi. Penerapan QRIS dan pemindaian barcode ini diharapkan dapat membuat pelayanan lebih practical, tertib, dan efisien. Namun, inovasi tersebut juga perlu diimbangi dengan kesiapan petugas dan sosialisasi kepada pengunjung agar penerapannya berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Kehadiran sekitar 10.000 pengunjung dari berbagai daerah menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang memadukan hiburan, tradisi, keamanan, dan potensi wisata lokal. Momentum ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan Taman Wisata Tawun kepada masyarakat yang lebih luas serta mendorong aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.
Melalui penyelenggaraan Pasar Djadoel, Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Pemerintah Kecamatan Kasreman, kepolisian, dan pihak terkait diharapkan dapat terus mengembangkan potensi wisata dengan tetap menjaga identitas budaya lokal serta stabilitas keamanan lingkungan. Perpaduan atraksi budaya, jaminan keamanan Kamtibmas, serta peningkatan kualitas layanan digital menjadi langkah penting untuk menciptakan destinasi yang menarik, nyaman, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, Taman Wisata Tawun diharapkan semakin berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Ngawi, sekaligus menjadi ruang pelestarian budaya dan penggerak ekonomi masyarakat setempat.


